Minggu, 27 April 2014

PUISI UNTUK SAHABAT



Kesedihan Dalam Persahabatan

Hari ini aku sungguh berharap aku dapat memutar waktu....
Memutar waktu sekali saja untuk bersahabat lagi...
Sekali lagi dengan dia
Aku sangat sedih
karena dia melantarkan aku ditengah persahabatan kami

Aku benar benar tak bisa melupakannya
Apalagi Saat saat indah yang aku lewati bersama sahabatku
Aku hampir menitikkan air mataku
Saat dia
Menyatakan bahwa aku bukan Sahabatnya lagi

Betapa sedihnya aku
Aku sudah berusaha untuk melupakannya tapi tak bisa
Aku sudah berusaha untuk tak menitikkan air mata untuk menangisi persahabatan ini

Tapi usahaku sia sia
Ya Tuhan tolonglah ya Tuhan tolonglah
Agar aku tak mengingat mereka lagi
Aku tak kuat dengan cobaanMu ya Tuhan

Sahabatku
Tolong terima aku lagi
Sedihnya dirimu merindukanmu
Berikan aku kesempatan sekali lagi


Pesan Buat Sahabat

Sahabat....
Jika suatu saat kau membaca goresan ku ini
Ingatlah saat-saat kita tertawa sambil menari
Walau kini semua itu tak akan terjadi lagi
Karena kau dan aku tak sehaluan lagi

Sahabat
Di sudut sepi berpintukan sejuta rindu
Berkipaskan angin yang menambah pilu
Seakan berjalan di lantai yang dipenuhi paku
Semenjak kau pergi dari relung hidup ku
Begitu aku sangat merindukan senyum kehidupan dari mu

Sahabat
Hanya satu pesan dari ku kepada mu yang jauh disana
Ingatlah aku walau itu hanya sepintas saja
Kenanglah aku walau itu hanya sekejap saja
Jangan hapus nama ku meski sudah ada si dia

Sahabat....
Aku yang telah kau tinggalkan pergi hanya berteman sepi
Tidak akan melupakan apa yang telah terjadi
Nama mu tidak akan terganti sampai darah ini berhenti
Bayangan wajah mu tidak akan tersingkir hingga hanyat ini menghampiri
Karena begitulah berartinya diri mu duhai sahabat sejati

 

SAHABAT


Tahukah kau sobat???
Bahwa segala luka yang menyobek hatimu
Dapat juga ku rasakan dan menusuk jiwaku
Bahwa darah yang menetes dari luka itu
Seiring air mata yang mengalir di pipiku

Sadarkah kau sobat???
Bahwa kepedihan yang selalu tampak di wajahmu
Adalah mmpi terburuk yang membebaniku
Bahwa sikap dinginmu untukku
Adalah pedang yang terus menghujam dadaku
Dulu secercah tawamu yang indah
Selalu menggelitik jiwaku untuk tersenyum
Tapi kini semua tlah berubah
Dan bukan lagi kebahagiaan
yang mamapu kau berikan padaku

Karena sahabat…
Kau khianati aq
dan kau cemari ikatan kita
Kau dengan mudah melepas jemariku
Padahal kau melihat aku
Rapuh tanpa kau di sampingku

Aku ingin kau jadi sahabat seumur hidupku
Tapi sebuah sungutan yg selalu ku dapat
Bila ku salah…
Sebuah nasehat yang selalu membimbingku bila ku marah
Takkan pernah jadi milikku
Kemana aku harus mencari semua???

Jika ingin melihat lebih banyak puisi klik di sini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar